Inilah Penyebab Sperma Berwarna Kuning yang Harus Diketahui

Inilah Penyebab Sperma Berwarna Kuning yang Harus Diketahui

Sperma yang terdapat pada air mani biasanya berwarna abu-abu keputihan. Akan tetapi ada juga sperma yang berwarna kuning. Inilah penyebab sperma berwarna kuning yang harus Anda ketahui dan waspadai.

Meskipun air mani biasanya berwarna abu-abu keputihan, beberapa pria mungkin mengalami kondisi tertentu yang membuat spermanya menjadi berwarna kuning. Namun, jika air mani kuning mewakili perubahan warna yang signifikan bagi seorang pria, maka hal ini tidak bisa diremehkan.

Tak hanya kuning, cairan sperma terkadang juga berubah menjadi berwarna yang lain, seperti:

Cokelat atau merah: Jika terjadi kebocoran atau gangguan pada pembuluh darah, maka hal ini juga bisa pecah di sekitar vesikula seminalis. Bocornya pembuluh darah akan menyebabkan air mani berwarna cokelat atau merah. Jika air mani terus menjadi merah setelah 1 hingga 2 hari, maka Anda harus segera mencari pertolongan dari dokter agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Berwarna hijau: Air mani berwarna hijau dapat menjadi sebuah pertanda bahwa ada potensi infeksi pada prostat atau jaringan di sekitarnya. Seorang pria yang memiliki air mani berwarna hijau juga perlu untuk segera memeriksakan diri kepada dokter.

Jika Anda melihat air mani atau sperma yang bentuk atau kondisinya tidak biasa, atau air maninya tetap berubah warna untuk waktu yang lama, maka Anda juga harus segera menghubungi dokter yang dapat mendiagnosis penyebab potensial dan memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda..

Penyebab Sperma Berwarna Kuning

Beberapa penyebab potensial yang dapat membuat cairan sperma berwarna kuning meliputi:

Terdapat urine di dalam air mani Anda

Urine bisa tertinggal di dalam uretra, yaitu tabung yang mengalirkan urin keluar dari kandung kemih setelah buang air kecil. Kondisi ini kerap disebut sebagai retensi urin.

Air mani yang melewati uretra bisa bercampur dengan sisa urin, sehingga membuat air mani Anda menjadi berwarna kekuningan. Hal ini sering terjadi jika Anda ejakulasi sesaat setelah buang air kecil, dan oleh karena itu, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Beberapa penyebab sperma berwarna kuning yang mungkin memerlukan perhatian medis, termasuk:

  • Infeksi saluran kemih
  • Benign Prostatic Hyperplasia (pembesaran prostat)
  • infeksi pada prostat (prostatitis) atau organ reproduksi lainnya

Penyakit Kuning

Penyakit kuning terjadi ketika terlalu banyak zat bilirubin menumpuk di tubuh Anda. Bilirubin adalah pigmen kekuningan yang tertinggal saat organ hati memecah sel darah merah.

Gejala paling umum dari penyakit kuning adalah timbulnya warna kuning pada kulit dan bagian putih mata Anda. Selain itu, penyakit kuning juga dapat mengubah air mani menjadi berwarna kuning.

Leukocytospermia

Leukocytospermia terjadi ketika terlalu banyak sel darah putih (leukosit) yang terkandung dalam air mani. Hal ini bisa membuat sperma berwarna kuning.

  • Penyebabnya leukocytospermia  meliputi:
  • penyakit menular seksual (PMS)
  • infeksi pada prostat
  • gangguan autoimun

Infeksi prostat (Prostatitis)

Sperma berwarna kuning atau hijau kekuningan juga dapat disebabkan karena infeksi prostat. Infeksi prostat dapat terjadi ketika bakteri dari saluran kemih masuk ke kelenjar prostat Anda.

Gejala infeksi prostat yang lain termasuk: 

  • kesulitan buang air kecil
  • sakit saat kencing
  • sering buang air kecil
  • timbul sakit perut bagian bawah
  • terjadi rasa sakit di dekat dubur Anda
  • terasa nyeri saat ejakulasi
  • sering merasa lelah
  • demam
  • panas dingin

Diet dan Konsumsi Zat Tertentu

Konsumsi Makan makanan yang mengandung pewarna kuning juga dapat memicu kondisi ini. Makanan yang mengandung tinggi zat seperti belerang, seperti bawang merah dan bawang putih juga dapat berpengaruh membuat sperma berwarna kuning. Minum alkohol atau menggunakan ganja juga dapat menyebabkan semburat kekuningan pada cairan sperma.

Gejala dan Penyebab Varikokel yang Perlu Anda Ketahui

Gejala dan Penyebab Varikokel yang Perlu Anda Ketahui

Varikokel adalah pembesaran vena dalam skrotum. Penyebab varikokel adalah karena adanya kelainan vena dalam kantung pelir tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam skrotum yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria adalah mengandung vena yang berfungsi mengantarkan darah ke kelenjar reproduksi. Vena yang membesar akibat varikokel disebut dengan pleksus pampiniformis. 

Varikokel umumnya terjadi pada skrotum dan sangat mirip dengan varises yang dapat terjadi di kaki. 

Kondisi ini diyakini dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas sperma yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan ketidaksuburan, dan malah mengecilkan testis.

Varikokel sering dialami pada 15% populasi pria dewasa dan sekitar 20% pria remaja, dan secara spesifik lebih sering dialami pada pria berusia 15 hingga 25 tahun.

Varikokel umumnya terbentuk selama masa pubertas dan lebih sering ditemukan di sisi kiri skrotum. Namun dalam beberapa kasus dapat ditemukan di bagian kanan walaupun tidak sering.

Apa yang Penyebab Varikokel Secara Pasti?

Sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab varikokel. Namun, kelainan pada vena pengalir dan pembawa darah ke testis disinyalir menjadi penyebab.

Apabila katup di dalam pembuluh darah di tali pusat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, darah akan mundur dan pembuluh darah menjadi lebih lebar.  

Setiap testis memiliki korda spermatika yang menahannya, dan memiliki vena, arteri, dan saraf.  Vena memiliki katup yang menjaga darah mengalir ke satu arah menuju jantung.  

Jika katup di korda spermatika tidak menutup sebagaimana mestinya, darah akan kembali naik dan menyebabkan varikokel.

Ketika varikokel terjadi pada remaja laki-laki sering kali karena pertumbuhan cepat yang mereka alami selama masa pubertas.

Hal itu karena testis membutuhkan lebih banyak darah daripada biasanya saat berkembang, dan segala jenis masalah di pembuluh darah dapat membuat darah tidak mengalir ke tempat yang seharusnya.

Gejala yang perlu diketahui

Varikokel sendiri diketahui jarang menyebabkan sakit. Karena itulah, Anda bahkan mungkin tidak mengetahui bahwa Anda memilikinya sampai Anda atau dokter melihatnya.

Jika menyebabkan rasa sakit ada beberapa gejala yang dirasakan:

  • Testis terasa berbeda, dari tumpul ke tajam
  • Sangat sakit dan tidak menyenangkan saat Anda berdiri atau memaksakan diri, terutama untuk waktu yang lama
  • Nyeri lebih intens seiring dengan berjalannya hari
  • Nyeri hilang saat Anda berbaring telentang

Hal lainnya Anda mungkin juga memiliki masalah ketika berkeluarga.  Varikokel adalah salah satu penyebab paling umum ketidaksuburan pada pria.  Mengobatinya harus meningkatkan sperma Anda dan membantu masalah ketidaksuburan.

Apakah varikokel dapat terjadi pada anak?

Varikokel biasanya terjadi pada pada pria dewasa, dan bisa memburuk seiring bertambahnya usia.

Namun ternyata varikokel juga dapat terjadi pada anak-anak yang mengalami masa puber menjadi remaja, dan ternyata dapat juga menyebabkan cedera testis.

Sampai sejauh ini belum dapat diketahui penyebab pasti kondisi ini pada anak. Namun diyakini perubahan suhu pada testis dapat menyebabkan hal tersebut yang tentunya akan berdampak pada kesuburan, dan meningkat risikonya seiring bertambahnya usia.

Apabila dari masa remaja sudah mengetahui memiliki varikokel, pria akan menunda untuk mempunyai keluarga.

Namun hal ini bukannya tanpa risiko sebab malah semakin meningkatkan tingkat kesuburan sperma sehingga menjadi tidak subur.

Hal ini tentu berbeda dari pria dengan varikokel yang memulai kehidupan berkeluarga di usia muda sehingga bisa meminimalkan risiko penyebab varikokel yang sering terjadi.

Penis Berurat, Apakah Normal?

Penis berurat apakah normal? Pertanyaan ini mungkin dilontarkan oleh sebagian besar pria dewasa. Wajar jika Anda merasa khawatir dengan kondisi penis berurat. Terlebih jika urat tampak menonjol besar dan mengubah bentuk penis.

Perbedaan penis disunat dan tidak bukan hanya dari segi tampilan saja

Meski begitu, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir. Urat yang menonjol pada penis adalah kondisi yang sepenuhnya normal. Lalu apa penyebab penis berurat? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Apakah urat penis normal?

Penis berurat sangatlah wajar, bahkan urat atau pembuluh darah tersebut terbilang penting. Setelah darah mengalir ke penis untuk membuat ereksi, pembuluh darah di sepanjang penis dapat membawa darah kembali ke jantung.

Untuk sebagian orang, urat penis terlihat lebih menonjol. Ukuran dan bentuk pembuluh darah ini dapat berubah seiring waktu atau setelah berhubungan seks, terluka, dan menjalani operasi pembuluh darah.

Mengapa penis bisa sangat berurat?

Pernahkah Anda memperhatikan ada beberapa orang dengan pembuluh darah atau urat di lengan yang tampak menonjol dan berbeda dari sebagian besar orang?

Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari ketebalan kulit, ukuran pembuluh darah, dan level aktivitas terbaru.

Menariknya, urat dalam penis juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama. Ketika Anda mengalami ereksi, darah pembawa oksigen mengalir melalui pembuluh arteri menuju jaringan yang disebut corpus cavernosum dan corpus spongiosum, lalu menuju batang penis.

Darah kemudian mengalir melalui pembuluh darah yang mengalir di permukaan penis Anda. Peningkatan aliran darah yang signifikan ini dapat membuat pembuluh darah tampak jauh lebih besar dari biasanya.

Anda mungkin tidak melihat pembuluh darah ini dalam kondisi tidak ereksi karena hanya sedikit darah yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut.

Adakah dampak penis berurat terhadap ereksi atau ejakulasi?

Ukuran urat atau pembuluh darah dalam penis sama sekali tidak memengaruhi kemampuan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Selain itu, ukuran pembuluh darah juga tidak memengaruhi kekuatan dan volume ejakulasi.

Meski demikian, beberapa kondisi yang menghambat aliran darah, seperti pembekuan darah, dapat memengaruhi ukuran pembuluh darah dan membawa dampak buruk disfungsi ereksi.

Bagaimana jika urat lebih menonjol dari biasanya?

Ukuran urat atau pembuluh darah dapat berbeda-beda, tergantung pada aktivitas seksual atau kondisi mendasar lainnya yang memengaruhi aliran darah ke penis. Berikut beberapa kondisi penyebab urat penis tampak menonjol:

Aktivitas seksual teranyar

Saat ereksi, sekitar 130 ml darah mengalir ke jaringan spons dalam penis. Darah akan bertahan di sana, membesarkan jaringan penis sampai ejakulasi atau ereksi menghilang.

Darah ini kemudian mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah penis, karena itulah pembuluh darah atau urat dampak lebih besar dari biasanya.

Anda tidak perlu khawatir, ini adalah proses normal ereksi. Meski Anda tidak bisa melihat urat tersebut saat penit dalam kondisi normal, biasanya urat tampak lebih menonjol saat dan setelah ereksi.

Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini membuat penis tampak lebih berurat. Varikokel juga disebut varises, mirip dengan pembengkakan pembuluh darah vena yang sering muncul di kaki.

Sebagian besar kasus varikokel tidak disadari, karena itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa kasus kondisi varikokel yang buruk seperti:

  • Terasa kebas dan sakit
  • Kondisi terus memburuk secara bertahap
  • Pembengkakan tampak lebih besar setelah aktivitas fisik panjang
  • Pembengkakan mereda saat Anda berbaring

Jika Anda merasa sakit dan rasa tidak nyaman, segera temui dokter. Varikokel harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika tidak diobati, varikokel dapat memengaruhi aliran darah yang keluar dari penis. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Gangguan produksi sperma
  • Ukuran testis menyusut
  • Hilangnya motilitas sperma
  • Infertilitas

Gumpalan darah

Gumpalan atau bekuan darah dapat terjadi di urat ketika sekumpulan besar sel darah terkumpul dalam suatu pembuluh darah. Kondisi ini dapat membatasi dan menghalangi aliran darah.

Di penis, gumpalan darah biasanya terjadi di vena dorsal penis, yaitu urat di bagian atas batang. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan penile Mondor’s disease.

Jika dibiarkan, gumpalan darah dapat menimbulkan rasa nyeri bersamaan dengan pembengkakan urat. Bahkan Anda mungkin merasa nyeri saat penis ereksi.

Kapan sebaiknya menemui dokter

Seperti yang dijelaskan di atas, pada umumnya Anda tidak perlu khawatir dengan urat penis yang tampak lebih menonjol daripada biasanya.

Namun, jika Anda merasakan gejala-gejala lain yang mengkhawatirkan, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda juga harus segera menemui dokter jika merasakan gejala seperti:

  • Nyeri saat ereksi
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Bengkak di penis atau di testis
  • Urat yang terasa keras atau terlalu lunak saat disentuh
  • Benjolan di penis atau skrotum

Demikian informasi mengenai penis berurat. Selama tidak ada gejala-gejala lainnya yang membuat Anda merasa sakit, kondisi penis berurat sepenuhnya normal.