Kloderma Krim: Kegunaan, Aturan Pakai & Efek Samping

Pernah mengalami eksim yang susah sembuh? Atau gangguan peradangan kulit lainnya, seperti psoriasis maupun liken planus? Jika iya, pastikan kamu selalu menyediakan Kloderma Krim di rumah. Kloderma Krim sangat ampuh untuk mengatasi berbagai peradangan yang terjadi di kulit.

Apa itu Kloderma Krim?

Kloderma Krim merupakan obat yang memiliki kandungan clobetasol propionate, yang berguna untuk meredakan berbagai masalah kulit tertentu, seperti peradangan dan gatal dan bukan yang diakibatkan oleh infeksi. Obat ini juga termasuk ke dalam golongan obat kortikosteroid topikal.

Kloderma Krim bekerja sama dengan obat kortikosteroid lainnya, yaitu mengaktifkan bahan-bahan alami di kulit yang dapat membantu mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakkan, kemerahan dan rasa gatal. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati eksim yang sulit sembuh atau kondisi kulit yang tidak merespon obat steroid biasa.

Apa saja kegunaan Kloderma Krim?

Kloderma Krim dapat mengatasi berbagai masalah peradangan kulit, antara lain:

  • Psoriasis (penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kulit kronis).
  • Eksim yang sulit sembuh (peradangan atau pembengkakan, kemerahan dan rasa gatal pada kulit
  • Liken Planus
  • Lupus Eritematosus Diskoid
  • Kondisi peradangan kulit lainnya yang tidak memberikan respon terhadap steroid yang kurang aktif. 

Bagaimana dosis dan aturan pakai Kloderma Krim?

Kloderma hadir dalam tiga varian, yaitu krim, gel dan salep. Ketiganya memiliki kandungan serta kegunaan yang sama. Kloderma merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Dosisnya pun harus dengan anjuran dokter karena akan disesuaikan berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia dan sebagainya.

Dosis

Dewasa:

Oleskan 1-2 kali per hari

Maksimal 2 gram per hari

Anak-anak berusai 1 tahun ke atas:

Sama dengan dosis orang dewasa. Namun, penggunaannya tidak boleh lebih dari 5 hari. 

Aturan Pakai

Oleskan pada area kulit yang sakit atau gatal.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam penggunaan Kloderma Krim?

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah menggunakan Kloderma Krim, antara lain:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini atau bahan kortikosteroid lainnya.
  • Hindari pemakaian Kloderma pada pasien yang hipersensitif terhadap clobetasol propionate dan bahan lainnya yang terkandung di dalam obat ini.
  • Penggunaan pada ibu hamil, ibu menyusui maupun wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  • Obat yang memiliki kandungan kortikosteroid sebaiknya tidak digunakan sebagai terapi panjang karena obat ini dapat menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Apa saja efek samping penggunaan Kloderma Krim?

Berikut beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh pemakaian Kloderma Krim, antara lain:

  • Gatal, iritasi, sensasi terbakar, kemerahan, kulit kering
  • Kulit tipis, rapuh atau kering
  • Muncul benjolan merah atau ruam di sekitar area mulut
  • Benjolan merah atau putih pada kulit
  • Perubahan warna kulit
  • Bercak merah, ungu atau garis di bawah kulit

Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala efek samping seperti berikut ini: 

  • Infeksi kulit di tempat pengolesan obat
  • Ruam parah
  • Kemerahan, bengkak atau kulit bernanah
  • Luka pada kulit
  • Kenaikan berat badan mendadak
  • Lemah otot
  • Depresi dan perubahan suasana hati.

Umumnya, efek samping penggunaan Kloderma Krim terjadi akibat dosis yang kurang tepat, pemakaian jangka panjang atau kondisi lainnya. Namun apabila timbul efek samping yang cukup serius ataupun reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan pemakaian dan segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *