Inilah Alasan Mengapa Memberikan Madu untuk Bayi Berbahaya!

Inilah Alasan Mengapa Memberikan Madu untuk Bayi Berbahaya!

Madu adalah sumber pemanis alami dengan warna kuning kecokelatan yang khas. Berkat rasa manis serta segudang manfaat di baliknya, madu jadi kegemaran banyak orang, tidak terkecuali bayi. Tapi perlu Anda ketahui jika memberikan madu untuk bayi saat usianya masih dibawah 1 tahun justru akan berakibat fatal pada si Kecil.

Madu untuk bayi justru lebih seperti racun dan bisa mengancam kesehatan bayi. Jadi, jika Anda ingin memberikan madu untuk bayi, lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak. Hal ini agar gizi dan nutrisi untuk si Kecil lebih terjaga.

Hati-hati memberikan madu untuk bayi

Berikut ini beberapa bahaya yang akan terjadi jika Anda memberikan madu untuk bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun.

1. Memberikan madu untuk bayi bisa menimbulkan penyakit infant botulism

Cairan manis yang satu ini memang dikenal memiliki banyak manfaat baik untuk tubuh. Namun menurut IDAI, konsumsi madu pada bayi berusia kurang dari 12 bulan dapat meningkatkan risiko infant botulism atau penyakit botulisme pada bayi. Ini terjadi karena kuman Clostridium botulinum (yang dapat ditemukan di madu) melepaskan toksin yang mengancam keselamatan bayi. Perlu Anda ketahui, penyakit infant botulism ini umumnya terjadi pada bayi berusia 6 minggu hingga 6 bulan.

2. Flora normal usus bayi belum lengkap

Banyak organ pada tubuh bayi yang belum sempurna, begitu juga dengan flora normal pada usus bayi yang ternyata masih belum lengkap. Hal inilah yang menyebabkan bayi sangat rentan mengalami infant botulism. Ketika bayi menelan spora Clostridium botulinum, belum lengkapnya flora normal pada usus bayi membuatnya belum bisa melawan spora yang masuk ke saluran cerna. Saat spora tersebut menghasilkan toksin botulinum, maka besar kemungkinan akan menyebabkan penyakit pada bayi.

3. Spora jahat pada madu susah dibunuh

Jika Anda mengira bisa membunuh spora jahat tersebut dengan memasak madu, maka Anda salah besar. Spora tersebut sangat susah dibunuh, bahkan proses memasak madu di atas api saja tidak bisa membunuhnya. Menurut Baby Center, makanan bayi komersial seperti itu aman dikonsumsi, karena madunya telah diproses dan dipanaskan sedemikian rupa hingga spora-spora merugikan itu mati.

4. Madu dapat menyebabkan kematian bayi

Madu dapat menyebabkan penyakit infant botulism, dan penyakit ini bisa sangat merugikan tubuh bayi. Bahkan menurut IDAI, infant botulism dapat menyebabkan kematian. Mengutip pernyataan dr. Devina pada laman IDAI dijelaskan bahwa toksin botulinum yang masuk ke saluran cerna bayi akan menyerang sistem saraf bayi, dan menyebabkan kelemahan otot atau hypotonia. Kalau bayi sudah mengalami kelemahan otot, maka dampaknya tidak hanya terjadi di sekitar saluran cerna, namun bisa di seluruh tubuh. Beberapa gejala yang tampak adalah bayi lesu, lemas, sesak napas, malas menyusu, sulit menelan, sembelit, sulit membuka mata, dan mulut kering. Lebih parahnya, jika kelemahan otot tersebut menyerang otot pernapasan, maka sangat mungkin bayi sulit napas hingga berujung dengan kematian.

5. Masih ada manis alami dari buah-buahan yang juga disukai bayi

Masih dari laman IDAI, dr. Devina mengatakan jika sebagai alternatif pemanis alami bagi bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI (usia 6 bulan ke atas) dapat diberikan sari buah. Tentu saja manis alami dari buah-buahan juga disukai si Kecil. Anda bahkan bisa berkreasi dengan aneka menu berbahan dasar buah, yang tentunya lebih aman untuk bayi.

Itulah 5 alasan yang menjelaskan mengapa memberikan madu untuk bayi dapat berakibat fatal bagi si Kecil. Namun, kondisi setiap anak berbeda-beda. Jadi, jika Anda ingin memberikan madu atau makanan lainnya, sebaiknya ditanyakan kepada dokter terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *