Manfaat Kaldu Jamur untuk Kesehatan

Kaldu jamur terbuat dari jamur alami. Jamur adalah tanaman yang dapat menyediakan beberapa jenis nutrisi penting. Hal ini disebabkan karena jamur mengandung protein, mineral, vitamin, dan antioksidan. Nutrisi tersebut akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Misalnya, antioksidan adalah zat kimia yang dapat membantu tubuh membersihkan radikal bebas. Radikal bebas adalah produk sampingan metabolisme dan proses tubuh lainnya yang beracun. Radikal bebas dapat menumpuk di dalam tubuh, dan jika menumpuk dalam jumlah yang tinggi, stres oksidatif dapat terjadi. Hal ini dapat membahayakan sel-sel tubuh dan mengakibatkan berbagai kondisi kesehatan berbahaya. Agen antioksidan yang ada di dalam jamur di antaranya adalah selenium, vitamin C, dan choline. 

kaldu jamur terbaik

Kanker

Kandungan antioksidan yang ada dalam kaldu jamur dan jamur dapat membantu mencegah kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, dan jenis kanker lainnya, menurut Institut Kanker Nasional. Beberapa sumber telah menyatakan bahwa selenium dapat membantu mencegah kanker, namun tinjauan Cochrane tahun 2017 tidak menemukan adanya bukti untuk mengkonfirmasi hal ini. Jamur juga mengandung vitamin D dalam jumlah kecil. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu mencegah atau merawat beberapa jenis kanker. Meskipun demikian, laporan pada tahun 2018 menyatakan bahwa efek dari vitamin D terhadap kanker ini bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. 

Choline adalah antioksidan lain yang ada pada jamur. Beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi choline dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, namun setidaknya ada satu studi lain yang mengindikasikan bahwa choline juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Penting untuk diketahui bahwa konsumsi sebuah nutrisi lewat suplemen berbeda dengan konsumsi melalui makanan seperti jamur segar ataupun kaldu jamur. 

Diabetes

Serat dari jamur dan kaldu jamur dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan, seperti diabetes tipe 2. Sebuah tinjauan dari analisa meta tahun 2018 menyimpulkan bahwa orang-orang yang banyak makan serat memiliki risiko lebih rendah dalam menderita diabetes tipe 2. Bagi mereka yang sudah menderita penyakit ini, serat dapat membantu mengurangi level glukosa darah. Selain jamur dan kaldu jamur, Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, nasi coklat, dan makanan gandum utuh. 

Kesehatan jantung

Serat, potasium, dan vitamin C dalam jamur dapat bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular. Potassium dapat membantu mengatur tekanan darah, dan hal ini dapat mengurangi risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan mengurangi asupan garam tambahan dalam diet Anda dan makan lebih banyak makanan yang mengandung potasium. Menurut panduan saat ini, seseorang perlu mengonsumsi sekitar 4700 mg potassium setiap harinya. Jamur masuk ke dalam daftar AHA sumber makanan yang dapat menyediakan potassium. 

Selain itu, sebuah studi tahun 2016 menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki defisiensi vitamin C berisiko menderita penyakit kardiovaskular dan menyatakan konsumsi vitamin C dapat membantu mencegah penyakit ini. Mereka tidak menemukan bukti bahwa suplemen vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jenis ini. 

Namun ada bukti konsumsi sejenis serat yang disebut beta-glucan dapat membantu menurunkan level kolesterol darah. Beta-glucan terjadi pada dinding sel banyak jenis jamur. Batang jamur shiitake merupakan sumber beta-glucan yang sangat baik. Oleh karena itu, banyak orang menganggap diet Mediterania merupakan diet yang sangat sehat, karena mengandung makanan nabati seperti jamur dan kaldu jamur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *