Tangani Kejang pada Epilepsi dengan Mengonsumsi Depakote Tablet

Otak manusia terdiri dari sel-sel yang saling berkesinambungan dan membentuk sistem saraf. Setiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan sinyal listrik. Pada penderita epilepsi, gerakan kejang-kejang yang terjadi karena sinyal listrik dihasilkan secara berlebihan. 

Kejang yang terjadi secara berulang merupakan salah satu gejala epilepsi. Karakteristik kejang tergantung pada bagian otak mana yang terganggu, sehingga menyebabkan adanya beberapa variasi kejang yang dialami penderita. Berdasarkan gangguan pada otak, kejang epilepsi terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

Depakote tablet adalah obat untuk mengatasi perubahan suasana hati pada penderita bipolar
  1. Kejang parsial atau sebagian

Seperti namanya, kejang parsial hanya dialami bagian otak tertentu. Namun, kejang parsial ini terbagi lagi menjadi dua sesuai dengan gejala yang dialami.

Kejang parsial simpel, bila penderita tidak kehilangan kesadaran. Gejala utamanya dapat berupa timbulnya sensasi kesemutan, tubuh yang menyentak secara tiba-tiba, hingga pusing. 

Sedangkan kejang parsial kompleks, penderita akan kehilangan kesadaran, sehingga terlihat seperti setengah sadar beberapa saat dengan pandangan kosong. 

  1. Kejang umum atau menyeluruh

Ketika kejang umum atau menyeluruh ini kambuh, gejala akan terlihat pada seluruh tubuh, hal ini terjadi karena adanya gangguan yang berdampak pada seluruh bagian otak. 

Banyak pemicu yang menyebabkan pasien epilepsi mengalami kejang yang disebutkan di atas, seperti kurang tidur, stres, mengonsumsi obat terlarang dan alkohol, juga ketika penderita lupa meminum obat. 

Epilepsi dapat ditangani dengan pemberian obat anti kejang. Dibutuhkan kadar obat yang stabil dalam darah agar mencegah kambuhnya kejang. Maka, jika pemilik epilepsi lupa mengonsumsi obat, hal itu dapat menyebabkan munculnya kejang. Salah satu obat yang disarankan untuk menangani kejang adalah Depakote tablet 250 mg.

Mengandung Sodium divalproex 250mg yang termasuk ke dalam kategori antikonvulsan atau antikejang, yakni obat yang berfungsi untuk mencegah atau mengatasi kejang epilepsi. Obat dengan kategori antikonvulsan ini bekerja dengan cara menyeimbangkan zat kimia aktivitas listrik yang ada di otak, sehingga mampu memberhentikan kejang. Selain mengobati kejang akibat epilepsi, obat ini juga berfungsi untuk meredakan migrain dan mengatasi episode manik pada gangguan bipolar. 

Depakote tablet 250 mg dapat dikonsumsi anak-anak mulai dari usia 10 tahun, dan termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga sebelum mengonsumsi obat ini diperlukan konsultasi dan resep dokter terlebih dahulu. Hal ini diperlukan agar menghindari efek samping berbahaya yang tidak diinginkan. 

Selama menjalani pengobatan menggunakan Depakote atau kandungan Sodium divalproex, jangan berhenti menggunakan atau menambah serta mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika berhenti secara mendadak, dikhawatirkan akan meningkatkan risiko terjadinya kejang yang fatal. 

Pastikan pasien epilepsi minum obat dengan jarak waktu yang cukup antara dosis satu ke dosis berikutnya. Namun, penderita epilepsi juga bisa mengalami gangguan pada memori yang mengakibatkan sulit mengingat kapan harus meminum obat. Jika hal ini terjadi, jangan menggandakan dosis yang seharusnya. Namun, segera minum bila masih jauh dengan jadwal konsumsi berikutnya. 

Selama menjalani pengobatan dengan Depakote atau kandungan Sodium divalproex, jangan lupa untuk melakukan kontrol dan pemeriksaan secara rutin, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh dokter.  Untuk itu, kamu dapat membelinya di Toko SehatQ, agar dokter online kami memberikan obat Depakote sesuai dengan dosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *