Suka Makan Protein Bar? Pahami Faktanya, Yuk!

Protein bar tentu bukan sesuatu yang asing di telinga Anda, bukan? Tidak sulit menemukan produk ini di jejeran depan kasir supermarket. Anda bahkan mungkin termasuk penggemar makanan yang satu ini dan selalu membelinya tiap kali singgah di tempat perbelanjaan. 

Sesuai namanya, protein bar merupakan makanan berbentuk batang yang kaya akan protein. Jenis makanan ini sering menjadi pilihan orang sehabis berolahraga karena terbilang ampuh mengembalikan energi. Protein bar bahkan sering digadang-gadang bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Protein bar terbaik dapat dilihat dari kandungan nutrisinya.

 

Kira-kira benar tidak semua hal yang sering mencuat terkait protein bar? Berikut ini adalah fakta-fakta produk makanan yang satu. Beberapa fakta sangat mungkin membuat Anda tercengang dan lebih mempertimbangkan mengonsumsi jenis makanan yang satu ini. 

Kenyang Lebih Lama 

Protein bar akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mengekang rasa lapar Anda. Alhasil, makanan yang satu ini dapat menjauhkan Anda dari gang makanan tidak sehat, seperti permen atau junk food tinggi lemak. Karena alasan ini pulalah, banyak orang yang berdiet memilih protein bar sebagai camilannya guna bisa menahan hasrat untuk melahap makanan-makanan tinggi lemak yang tidak sehat. 

Tingkatkan Metabolisme 

Tingginya kadar protein pada makanan yang satu ini tidak ayal membantu meningkatkan metabolisme Anda. Alhasil, pencernaan Anda pun menjadi lebih lancar dan Anda merasa lebih bugar. Tidak hanya meningkatkan metabolisme, jenis camilan yang satu ini juga bisa membantu menjaga kekuatan otot Anda! 

Sumber Protein Bervariasi 

Sumber protein yang menjadi bahan utama dari protein bar bervariasi. Beberapa merek menjadikan bubuk yogurt, susu, atau protein susu seperti kasein dan whey sebagai sumber proteinnya. Sementara merek lainnya menggunakan sumber nabati seperti kedelai, kacang polong, atau beras merah. Beberapa protein bar juga menggunakan putih telur sebagai sumber protein utama.

Sumber Mikronutrien Baik 

Selain menawarkan protein, sebungkus protein bar yang Anda makan juga mengandung karbohidrat dan sejumlah mikronutrien baik. Mikronutrien yang ada di protein bar, pada umumnya adalah kalsium, vitamin B, kalium, dan zat besi. Tidak semua merek protein bar menawarkan mikronutrien yang sama. Karena itu, pastikan kandungannya lewat label yang ada dalam kemasan. 

Hanya untuk Camilan 

Protein bar memang mengandung tinggi protein dan beberapa jenis mikronutrien baik. Makanan ini juga bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Namun, jangan berpikiran untuk menjadikannya sebagai makanan pengganti utama. Bagaimanapun, kandungan dari protein bar tidak semuanya mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda. Cukup jadikan protein bar sebagai camilan dan tetaplah mengonsumsi makanan utama yang bergizi. 

Kandungan Gula Tambahan 

Anda mungkin berpikir bahwa protein bar bisa membantu diet Anda. Lalu, Anda pun mengonsumsinya secara berlebihan. Hati-hati ini justru bisa memicu berbagai penyakit menimpa Anda, mulai dari obesitas, hati berlemak, juga diabetes. Soalnya, protein bar cenderung mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Bahkan ada beberapa yang menggunakan pemanis yang tergolong kurang sehat, seperti sirup jaga berfruktosa tinggi. 

Perhatikan Kalorinya 

Alasan lain mengapa tidak boleh mengonsumsi protein bar secara berlebihan karena bagaimana pun, protein bar menawarkan kalori! Bahkan ada merek protein bar yang memiliki kalori lebih daripada sepiring nasi. Pada umumnya, sebungkus protein bar menawarkan 150–400 kalori dan 10–20 gram protein. Di samping itu, terdapat kandungan lemak rata-rata 5—10 gram dan karbohidrat 25—35 gram pada sebungkus camilan yang diklaim sehat ini. 

Tentu saja jika dikonsumsi dengan tepat dan terbatas, protein bar menawarkan manfaat yang tidak bisa dinafikan. Namun jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, bersiaplah pula menghadapi penyakit serius karenanya.

Manfaat Kaldu Jamur untuk Kesehatan

Kaldu jamur terbuat dari jamur alami. Jamur adalah tanaman yang dapat menyediakan beberapa jenis nutrisi penting. Hal ini disebabkan karena jamur mengandung protein, mineral, vitamin, dan antioksidan. Nutrisi tersebut akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Misalnya, antioksidan adalah zat kimia yang dapat membantu tubuh membersihkan radikal bebas. Radikal bebas adalah produk sampingan metabolisme dan proses tubuh lainnya yang beracun. Radikal bebas dapat menumpuk di dalam tubuh, dan jika menumpuk dalam jumlah yang tinggi, stres oksidatif dapat terjadi. Hal ini dapat membahayakan sel-sel tubuh dan mengakibatkan berbagai kondisi kesehatan berbahaya. Agen antioksidan yang ada di dalam jamur di antaranya adalah selenium, vitamin C, dan choline. 

kaldu jamur terbaik

Kanker

Kandungan antioksidan yang ada dalam kaldu jamur dan jamur dapat membantu mencegah kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, dan jenis kanker lainnya, menurut Institut Kanker Nasional. Beberapa sumber telah menyatakan bahwa selenium dapat membantu mencegah kanker, namun tinjauan Cochrane tahun 2017 tidak menemukan adanya bukti untuk mengkonfirmasi hal ini. Jamur juga mengandung vitamin D dalam jumlah kecil. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu mencegah atau merawat beberapa jenis kanker. Meskipun demikian, laporan pada tahun 2018 menyatakan bahwa efek dari vitamin D terhadap kanker ini bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. 

Choline adalah antioksidan lain yang ada pada jamur. Beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi choline dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, namun setidaknya ada satu studi lain yang mengindikasikan bahwa choline juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Penting untuk diketahui bahwa konsumsi sebuah nutrisi lewat suplemen berbeda dengan konsumsi melalui makanan seperti jamur segar ataupun kaldu jamur. 

Diabetes

Serat dari jamur dan kaldu jamur dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan, seperti diabetes tipe 2. Sebuah tinjauan dari analisa meta tahun 2018 menyimpulkan bahwa orang-orang yang banyak makan serat memiliki risiko lebih rendah dalam menderita diabetes tipe 2. Bagi mereka yang sudah menderita penyakit ini, serat dapat membantu mengurangi level glukosa darah. Selain jamur dan kaldu jamur, Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, nasi coklat, dan makanan gandum utuh. 

Kesehatan jantung

Serat, potasium, dan vitamin C dalam jamur dapat bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular. Potassium dapat membantu mengatur tekanan darah, dan hal ini dapat mengurangi risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan mengurangi asupan garam tambahan dalam diet Anda dan makan lebih banyak makanan yang mengandung potasium. Menurut panduan saat ini, seseorang perlu mengonsumsi sekitar 4700 mg potassium setiap harinya. Jamur masuk ke dalam daftar AHA sumber makanan yang dapat menyediakan potassium. 

Selain itu, sebuah studi tahun 2016 menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki defisiensi vitamin C berisiko menderita penyakit kardiovaskular dan menyatakan konsumsi vitamin C dapat membantu mencegah penyakit ini. Mereka tidak menemukan bukti bahwa suplemen vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jenis ini. 

Namun ada bukti konsumsi sejenis serat yang disebut beta-glucan dapat membantu menurunkan level kolesterol darah. Beta-glucan terjadi pada dinding sel banyak jenis jamur. Batang jamur shiitake merupakan sumber beta-glucan yang sangat baik. Oleh karena itu, banyak orang menganggap diet Mediterania merupakan diet yang sangat sehat, karena mengandung makanan nabati seperti jamur dan kaldu jamur.