Penis Berurat, Apakah Normal?

Penis berurat apakah normal? Pertanyaan ini mungkin dilontarkan oleh sebagian besar pria dewasa. Wajar jika Anda merasa khawatir dengan kondisi penis berurat. Terlebih jika urat tampak menonjol besar dan mengubah bentuk penis.

Perbedaan penis disunat dan tidak bukan hanya dari segi tampilan saja

Meski begitu, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir. Urat yang menonjol pada penis adalah kondisi yang sepenuhnya normal. Lalu apa penyebab penis berurat? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Apakah urat penis normal?

Penis berurat sangatlah wajar, bahkan urat atau pembuluh darah tersebut terbilang penting. Setelah darah mengalir ke penis untuk membuat ereksi, pembuluh darah di sepanjang penis dapat membawa darah kembali ke jantung.

Untuk sebagian orang, urat penis terlihat lebih menonjol. Ukuran dan bentuk pembuluh darah ini dapat berubah seiring waktu atau setelah berhubungan seks, terluka, dan menjalani operasi pembuluh darah.

Mengapa penis bisa sangat berurat?

Pernahkah Anda memperhatikan ada beberapa orang dengan pembuluh darah atau urat di lengan yang tampak menonjol dan berbeda dari sebagian besar orang?

Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari ketebalan kulit, ukuran pembuluh darah, dan level aktivitas terbaru.

Menariknya, urat dalam penis juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama. Ketika Anda mengalami ereksi, darah pembawa oksigen mengalir melalui pembuluh arteri menuju jaringan yang disebut corpus cavernosum dan corpus spongiosum, lalu menuju batang penis.

Darah kemudian mengalir melalui pembuluh darah yang mengalir di permukaan penis Anda. Peningkatan aliran darah yang signifikan ini dapat membuat pembuluh darah tampak jauh lebih besar dari biasanya.

Anda mungkin tidak melihat pembuluh darah ini dalam kondisi tidak ereksi karena hanya sedikit darah yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut.

Adakah dampak penis berurat terhadap ereksi atau ejakulasi?

Ukuran urat atau pembuluh darah dalam penis sama sekali tidak memengaruhi kemampuan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Selain itu, ukuran pembuluh darah juga tidak memengaruhi kekuatan dan volume ejakulasi.

Meski demikian, beberapa kondisi yang menghambat aliran darah, seperti pembekuan darah, dapat memengaruhi ukuran pembuluh darah dan membawa dampak buruk disfungsi ereksi.

Bagaimana jika urat lebih menonjol dari biasanya?

Ukuran urat atau pembuluh darah dapat berbeda-beda, tergantung pada aktivitas seksual atau kondisi mendasar lainnya yang memengaruhi aliran darah ke penis. Berikut beberapa kondisi penyebab urat penis tampak menonjol:

Aktivitas seksual teranyar

Saat ereksi, sekitar 130 ml darah mengalir ke jaringan spons dalam penis. Darah akan bertahan di sana, membesarkan jaringan penis sampai ejakulasi atau ereksi menghilang.

Darah ini kemudian mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah penis, karena itulah pembuluh darah atau urat dampak lebih besar dari biasanya.

Anda tidak perlu khawatir, ini adalah proses normal ereksi. Meski Anda tidak bisa melihat urat tersebut saat penit dalam kondisi normal, biasanya urat tampak lebih menonjol saat dan setelah ereksi.

Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini membuat penis tampak lebih berurat. Varikokel juga disebut varises, mirip dengan pembengkakan pembuluh darah vena yang sering muncul di kaki.

Sebagian besar kasus varikokel tidak disadari, karena itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa kasus kondisi varikokel yang buruk seperti:

  • Terasa kebas dan sakit
  • Kondisi terus memburuk secara bertahap
  • Pembengkakan tampak lebih besar setelah aktivitas fisik panjang
  • Pembengkakan mereda saat Anda berbaring

Jika Anda merasa sakit dan rasa tidak nyaman, segera temui dokter. Varikokel harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika tidak diobati, varikokel dapat memengaruhi aliran darah yang keluar dari penis. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Gangguan produksi sperma
  • Ukuran testis menyusut
  • Hilangnya motilitas sperma
  • Infertilitas

Gumpalan darah

Gumpalan atau bekuan darah dapat terjadi di urat ketika sekumpulan besar sel darah terkumpul dalam suatu pembuluh darah. Kondisi ini dapat membatasi dan menghalangi aliran darah.

Di penis, gumpalan darah biasanya terjadi di vena dorsal penis, yaitu urat di bagian atas batang. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan penile Mondor’s disease.

Jika dibiarkan, gumpalan darah dapat menimbulkan rasa nyeri bersamaan dengan pembengkakan urat. Bahkan Anda mungkin merasa nyeri saat penis ereksi.

Kapan sebaiknya menemui dokter

Seperti yang dijelaskan di atas, pada umumnya Anda tidak perlu khawatir dengan urat penis yang tampak lebih menonjol daripada biasanya.

Namun, jika Anda merasakan gejala-gejala lain yang mengkhawatirkan, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda juga harus segera menemui dokter jika merasakan gejala seperti:

  • Nyeri saat ereksi
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Bengkak di penis atau di testis
  • Urat yang terasa keras atau terlalu lunak saat disentuh
  • Benjolan di penis atau skrotum

Demikian informasi mengenai penis berurat. Selama tidak ada gejala-gejala lainnya yang membuat Anda merasa sakit, kondisi penis berurat sepenuhnya normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *